|

OM Terancam Sanksi Usai Chant Homofobik di Laga Vs PSG

Suasana tribun Stade Velodrome saat laga OM vs PSG di Ligue 1

Suasana tribun Stade Velodrome saat laga OM vs PSG di Ligue 1

OM vs PSG di Stade Velodrome berakhir dengan kemenangan tamu 1-2 pada laga Classico Ligue 1. Dua gol PSG dicetak Ferran Torres dan Marquinhos. Pertandingan berjalan tanpa penghentian meski ada insiden di tribun.

Chant homofobik terdengar setidaknya dua kali selama laga OM vs PSG berlangsung. Insiden pertama terjadi setelah Timothy Weah mendapat kartu kuning pada menit 30-an. Sebagian penonton meneriakkan kalimat menghina Paris.

ALSO READ

Ayyoub Bouaddi tampil gemilang saat debut sebagai starter Manchester City di Liga Champions. Gelandang 18 tahun itu mendapat pujian dari pelatih Enzo Maresca.

Read More

RC Lens menelan kekalahan kedua beruntun di Ligue 1 usai ditaklukkan Lorient 0-1. Suporter menyampaikan kekecewaan dengan sambutan sengit di Bollaert.

Read More

Insiden kedua terjadi pada menit 61 pertandingan OM vs PSG. Kolektif Rouge Direct mencatat adanya injuran dan chant homofobik. Arbiter tidak mengambil tindakan penghentian sesuai regulasi.

Regulasi Ligue 1 memungkinkan arbiter menghentikan atau menunda laga saat chant homofobik terjadi. Namun wasit tidak menerapkan aturan tersebut di Stade Velodrome. Keputusan ini menuai pertanyaan dari Le Parisien.

LFP Buka Dossier Disipliner

LFP mengonfirmasi dossier disipliner telah dibuka pada Senin sore. Komisi disiplin LFP dapat menjatuhkan sanksi kepada OM. Sanksi meliputi penutupan tribun, denda, atau pengurangan poin.

Le Parisien melaporkan insiden chant homofobik terjadi di tribun Stade Velodrome. Laporan ini menjadi dasar pembukaan dossier disipliner. LFP belum mengumumkan jadwal sidang komisi.

OM berpotensi menghadapi penutupan sebagian atau seluruh tribun. Denda finansial juga menjadi opsi hukuman. Pengurangan poin disebut sebagai sanksi terberat dalam regulasi.

Kemenangan PSG atas OM membuat posisi tim tamu semakin kuat di klasemen Ligue 1. Gol Ferran Torres dan Marquinhos menjadi pembeda dalam laga Classico. OM harus fokus menghadapi potensi sanksi disipliner.

Arbiter Diminta Jelaskan Keputusan

Absennya tindakan arbiter saat chant homofobik terjadi menimbulkan pertanyaan. Regulasi memberi kewenangan wasit menghentikan pertandingan. Le Parisien menyoroti inkonsistensi penerapan aturan di Ligue 1.

Rouge Direct berperan mencatat insiden chant homofobik di Stade Velodrome. Kolektif ini aktif memantau pelanggaran serupa di olahraga. Temuan mereka menjadi bukti pendukung dossier disipliner LFP.

LFP belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi spesifik untuk OM. Proses disipliner akan berjalan sesuai prosedur regulasi. Keputusan final diharapkan segera diumumkan.

Submit Comment