|

PSG: Luis Enrique Hapus Status Pemain Inti Musim Ini

Pelatih PSG Luis Enrique memberikan instruksi dari pinggir lapangan dalam pertandingan Ligue 1

Pelatih PSG Luis Enrique memberikan instruksi dari pinggir lapangan dalam pertandingan Ligue 1

Pelatih PSG Luis Enrique menghapus status pemain inti di skuadnya musim ini. Keputusan ini diambil setelah dua musim berturut-turut meraih semua trofi. Ia ingin mencegah relaksasi pada pemain bintangnya.

Awal musim PSG di Ligue 1 berjalan tidak mulus. Mereka imbang 2-2 lawan Rennes dan Lille. PSG juga kalah 1-2 dari Monaco di Parc des Princes.

ALSO READ

PSG menjadi juara Liga Champions dua musim beruntun usai mengalahkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 di final. Skor imbang 1-1 terjadi sepanjang 120 menit.

Read More

Khvicha Kvaratskhelia dinobatkan sebagai pemain sayap kiri terbaik dunia. Ekspert memuji penampilannya bersama PSG dan menyebutnya layak meraih Ballon d'Or 2026.

Read More

PSG bangkit di Liga Champions dengan mengalahkan Slovan Bratislava 6-1. Mereka lalu menang tipis 0-1 di markas Brest. Minggu malam, PSG menghadapi Marseille di Vélodrome.

Marseille sedang dalam krisis dengan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi. L'Équipe melaporkan perubahan besar dalam manajemen skuad PSG. Tidak ada lagi pemain dengan status tituler aman.

Rotasi Ketat Tanpa Pemain Istimewa

Pelatih PSG Luis Enrique memberikan instruksi dari pinggir lapangan dalam pertandingan Ligue 1

Luis Enrique tidak segan menarik pemain di babak pertama. Ia juga memberi istirahat paksa kepada pemain kunci. Beberapa pemain bahkan ditinggal di tribun saat laga Liga Champions.

"Tidak ada lagi tituler yang aman. Setiap menit harus diperjuangkan," ujar sumber internal klub. Metode ini bertujuan mengeluarkan pemain dari zona nyaman. Rotasi juga membuat lawan sulit menebak susunan pemain PSG.

Vitinha menjadi satu-satunya pemain yang dilindungi dari rotasi. Ia dianggap sebagai penjamin permainan Luis Enrique. Pemain Portugal itu selalu menjadi poros lini tengah PSG.

Rotasi ketat ini tetap menyimpan risiko besar. Pemain bisa frustrasi akibat sering diganti lebih awal. Hubungan dengan pemain senior berpotensi merenggang.

Risiko Psikologis dan Kredit Besar Pelatih

Manajemen PSG berjalan di atas tali tipis. L'Équipe menyebut risiko mengganggu psikologis pemain sangat nyata. Pemain kunci bisa kehilangan motivasi jika terlalu sering dicadangkan.

Luis Enrique tetap memiliki kredit besar di mata pemain. Mereka menerima aturan permainan kolektif ini. Kesuksesan dua musim terakhir menjadi dasar kepercayaan tersebut.

PSG kini bersiap menghadapi Le Classique melawan Marseille. Marseille datang dengan empat kekalahan beruntun. Laga di Vélodrome menjadi ujian berat bagi rotasi Luis Enrique.

Keputusan Luis Enrique mengubah cara PSG mengelola skuad. Setiap pemain harus membuktikan diri di setiap sesi latihan. Hasil di lapangan akan menentukan keberhasilan metode ini.

Submit Comment