|

PSG Terkendala Restu Ahli Waris Arsitek Parc des Princes

Sophie Taillibert berbicara dalam wawancara tentang proyek renovasi Parc des Princes

Sophie Taillibert berbicara dalam wawancara tentang proyek renovasi Parc des Princes

PSG menghadapi kendala restu dari Sophie Taillibert, putri arsitek Parc des Princes, Roger Taillibert. Proyek agrandissement atau perluasan stadion menjadi 70.000 tempat duduk membutuhkan persetujuan dirinya. Ia menolak solusi teknis dari firma arsitektur Populous.

PSG sedang berdiskusi dengan Kota Paris soal kemungkinan pembelian Parc des Princes. Klub juga ingin memperluas kapasitas stadion dari 48.000 menjadi 70.000 tempat duduk. Tiga opsi tersedia, yaitu stadion baru di Poissy, Massy, atau membeli Parc des Princes.

ALSO READ

PSG bermain imbang 1-1 melawan Manchester United dalam laga uji coba di Goteborg. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol, sementara Safonov tampil gemilang di bawah mistar.

Read More

PSG berpeluang dapat bagian dari transfer Eddy Doue. Pemain incaran klub Turki dengan nilai tawaran 6 juta euro.

Read More

Sophie Taillibert mengaku telah dihubungi langsung oleh Direktur Utama PSG, Victoriano Melero, akhir Juni. Sejak itu, sudah ada tiga pertemuan antara kedua pihak. Ia menilai pertemuan tersebut konstruktif, tetapi belum menemukan solusi.

Komite pengarah akan membahas proyek ini pada 16 Oktober 2026. Keputusan soal masa depan stadion PSG harus segera diambil. Restu Sophie Taillibert menjadi syarat mutlak bagi opsi renovasi.

Penolakan Solusi Populous

Sophie Taillibert berbicara dalam wawancara tentang proyek renovasi Parc des Princes

Sophie Taillibert menyatakan proyek renovasi belum dipresentasikan secara utuh kepadanya. Ia hanya menerima penjelasan solusi teknis dari kabinet Populous, firma arsitektur yang ditunjuk PSG. Solusi itu mirip dengan rancangan 2016 yang ditolak Roger Taillibert semasa hidup.

Dalam solusi tersebut, hanya tiang atau mâts dari 50 portiques yang menopang stadion akan dipertahankan. Sisanya akan dibongkar besar-besaran. Sophie Taillibert menolak penghapusan fléaux dan anneau technique karena merusak integritas arsitektur karya ayahnya.

Sebagai ahli waris, Sophie Taillibert memiliki hak hukum untuk memberi atau menolak persetujuan. Persetujuan itu wajib jika modifikasi berpotensi merusak integritas arsitektur karya. Ia menegaskan prioritasnya adalah melestarikan karya Roger Taillibert.

Jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan, sengketa bisa berlanjut ke pengadilan. Proses hukum diperkirakan memakan waktu 18 bulan hingga 3 tahun. Kondisi ini dapat menunda dimulainya proyek renovasi.

Peluang Kesepakatan

Sophie Taillibert menegaskan tidak menolak perluasan Parc des Princes secara prinsip. Ia hanya menolak solusi teknis yang diajukan saat ini. Menurutnya, masih ada peluang mencapai kesepakatan jika kedua pihak mau meluangkan waktu.

Ia mendesak PSG mengeksplorasi opsi lain yang menghormati struktur dan sistem konstruksi stadion. Solusi apa pun tidak boleh bertentangan dengan keputusan Roger Taillibert semasa hidup. Ia menolak dianggap menghalangi proyek tanpa alasan.

PSG dan Sophie Taillibert memiliki titik temu, yaitu keinginan agar klub tetap bermain di Parc des Princes. Namun, ia menegaskan tidak bisa menyetujui solusi yang ditolak ayahnya. Ia siap mempertimbangkan usulan baru jika menghormati karya arsitektur tersebut.

Keputusan akhir akan bergantung pada hasil komite pengarah 16 Oktober 2026. Jika PSG memilih renovasi, negosiasi dengan Sophie Taillibert harus berlanjut. Jika tidak, opsi stadion baru di Poissy atau Massy bisa menjadi jalan keluar.

Submit Comment