|

Safonov Jatuh Cinta pada Paris, Kini Penikmat Ekspreso

Matvei Safonov tersenyum mengenakan jaket PSG di depan Arc de Triomphe

Matvei Safonov tersenyum mengenakan jaket PSG di depan Arc de Triomphe

Matvei Safonov sudah benar-benar menetap di Paris setelah tiga musim bersama PSG. Kiper asal Rusia ini perlahan mengadopsi gaya hidup ibu kota Prancis. Ia menceritakan kecintaannya pada Paris dalam wawancara dengan Le Parisien.

Safonov mengaku kebiasaan minum kopinya berubah total sejak tiba di Prancis. Awalnya ia hanya minum kopi panjang dengan banyak susu. Sekarang ia lebih menikmati ekspreso dan lungo yang diseruput perlahan.

ALSO READ

Joao Neves dipastikan absen saat PSG menghadapi Lille di Ligue 1 2026/2027 karena sakit. Gelandang Portugal itu tidak masuk dalam skuad.

Read More

Lamine Yamal mengunjungi Paris untuk liburan pribadi. Bintang Barcelona itu akan kembali ke Paris pada 20 Oktober untuk menghadapi PSG di Liga Champions.

Read More

"Kopi sudah menjadi ritual bagi saya," ujar Matvei Safonov kepada Le Parisien. Kiper PSG itu mengungkapkan perubahan gaya hidupnya secara terbuka. Ia berbicara dalam bahasa Prancis selama wawancara tersebut.

Kekayaan budaya Paris menjadi daya tarik utama bagi Safonov. Setiap malam luang, ia selalu mencari pameran atau kegiatan seni baru. "Jika Anda suka seni dan penemuan, Anda pasti bahagia di sini," katanya.

Arc de Triomphe Favorit

Matvei Safonov tersenyum mengenakan jaket PSG di depan Arc de Triomphe

Safonov mengaku sangat terkesan dengan Arc de Triomphe sejak hari pertama. Ia melihat monumen itu tepat saat menandatangani kontrak dengan PSG. Dari dalam mobil, ia menatap monumen dan langsung terpukau.

"Itu sungguh luar biasa indah. Saya langsung terpesona oleh kemegahannya," kenang Safonov. Arc de Triomphe kini menjadi penanda penting dalam kesehariannya. Ia tinggal tidak jauh dari monumen tersebut.

Safonov suka naik ke puncak Arc de Triomphe saat musim semi tiba. Dari atas, ia bisa menikmati pemandangan Paris yang indah. Aktivitas ini menjadi rutinitas favoritnya di sela-sela jadwal pertandingan.

Pameran seni Jacques-Louis David menjadi salah satu pengalaman berkesan baginya. Safonov terkesan dengan karya pelukis dan perjalanan hidupnya. Ia mengaku memiliki minat luas terhadap berbagai bentuk seni.

Satu Hal yang Kurang

Meski sudah mengadopsi banyak kebiasaan Paris, Safonov mengaku belum sempurna. Ia bercanda bahwa dirinya perlu mulai minum anggur. "Untuk menjadi orang Paris sejati, saya harus mulai minum anggur," candanya.

Profesi sebagai kiper profesional menghalangi kebiasaan tersebut. Safonov harus tetap menjaga profesionalisme tinggi di tengah jadwal padat. "Dengan ritme pertandingan, itu tidak mungkin," tegasnya.

Safonov menyadari tanggung jawab besar sebagai penjaga gawang PSG. Ia harus menjaga kondisi fisik dan mental tetap prima. Konsumsi alkohol jelas tidak bisa dilakukan oleh atlet profesional.

Safonov telah menemukan tempatnya di Paris, baik di lapangan maupun di jalanan. Kiper Rusia ini perlahan menjadi pecinta sejati ibu kota Prancis. Ia tidak hanya pemain PSG, tetapi juga penggemar budaya Paris.

Submit Comment