Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh 115 pelanggaran fair play finansial oleh Premier League. Keputusan itu diungkap secara eksklusif oleh The Athletic pekan lalu. Pelanggaran terjadi antara 2009 dan 2018, termasuk periode awal kepemilikan Abu Dhabi.
Premier League menuntut Manchester City sejak 2023 atas 115 pelanggaran aturan finansial. Namun, liga belum menetapkan bentuk sanksi pasti bagi klub asuhan Pep Guardiola tersebut. Proses banding diperkirakan akan diajukan dan memperpanjang ketidakpastian.
Aston Villa menyampaikan kekhawatiran soal aturan baru cedera dan pergantian pemain di Premier League. Klub menilai aturan itu bisa merugikan tim.
Read MoreBruno Genesio meminta Frank McCourt bicara terbuka soal ambisi Marseille. Pelatih OM itu merasa janji finansial tidak dipenuhi saat awal kontrak.
Read MoreVerdict ini memicu kemarahan di Inggris. Pengamat dan suporter menuntut sanksi tegas bagi juara bertahan Premier League itu. Ketidakpastian hukum membuat situasi klub semakin tidak nyaman.
Sanksi terberat bisa berupa pengurangan poin besar hingga degradasi ke Championship. City juga berpotensi kehilangan pemain bintang jika hukuman dijatuhkan. Spekulasi ini berkembang selama jeda internasional.
Pemain City Cemas Soal Masa Depan
Kekhawatiran itu merembet ke pemain Manchester City di Timnas Inggris. Elliot Anderson, Marc Guehi, dan Nico O'Reilly dipanggil untuk laga internasional. Lingkungan pemain dilaporkan membahas ancaman degradasi secara intens.
Marc Guehi melakukan kesalahan saat Inggris kalah 2-3 dari Spanyol. Ia gagal mengantisipasi gol pembuka Lamine Yamal. Nico O'Reilly juga bersalah pada gol kedua Spanyol.
Kesalahan itu dinilai tidak biasa bagi pemain level tersebut. Roy Keane dan Gary Lineker menyoroti performa para pemain City di laga itu. L'Equipe melaporkan lingkungan pemain City membenarkan adanya kecemasan besar.
Harry Kane dan pelatih Thomas Tuchel sebelumnya membantah dampak negatif kasus ini terhadap pemain. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Para pemain City disebut khawatir klub bisa kehilangan poin besar.
City Terancam Ditinggal Pemain Bintang
Jika sanksi berat dijatuhkan, Manchester City bisa mengalami degradasi administratif. Klub juara bertahan itu juga berisiko ditinggal banyak pemain utama. Situasi ini memengaruhi stabilitas skuad musim ini.
Pep Guardiola belum memberi komentar resmi soal potensi hukuman tersebut. Manajemen City disebut mengeluarkan pernyataan dukungan kepada tim. Klub menegaskan akan mengajukan banding atas keputusan itu.
Kasus ini menjadi salah satu skandal finansial terbesar dalam sejarah Premier League. Dampaknya bisa mengubah peta persaingan liga Inggris. Keputusan akhir soal sanksi masih dinanti banyak pihak.
Para pengamat menilai proses hukum ini akan memakan waktu panjang. Manchester City berpotensi bermain di Championship jika banding gagal. Hingga kini, belum ada keputusan resmi soal bentuk hukuman.
Allez Paris
Submit Comment