|

Eduardo Camavinga Jadi Kejutan Zinedine Zidane di Timnas Prancis

Eduardo Camavinga menggiring bola saat membela timnas Prancis melawan Belgia

Eduardo Camavinga menggiring bola saat membela timnas Prancis melawan Belgia

Eduardo Camavinga kembali membela Timnas Prancis di era Zinedine Zidane. Gelandang Real Madrid itu absen di Piala Dunia 2026 karena performa menurun. Kini ia mendapat kesempatan baru dari pelatih anyar Les Bleus.

Camavinga hanya mencatat 23 penampilan sebagai starter musim 2025-2026. Ia juga mendapat kartu merah melawan Bayern Munich di Liga Champions. Didier Deschamps pun meninggalkannya dari skuad Piala Dunia 2026.

ALSO READ

Luis Enrique merespon pernyataan Mourinho yang dukung Mbappe untuk Ballon d'Or. Pelatih PSG menyatakan pemain Paris pantas menang karena prestasi kolektif.

Read More

Rayan Cherki tampil impresif bersama Manchester City dengan 4 gol dan 2 assist. Ia kini bergabung dengan timnas Prancis asuhan Zinedine Zidane.

Read More

Zidane memanggil Camavinga dalam daftar pertamanya sebagai pelatih Prancis. Ia masuk sebagai pengganti pada menit ke-78 saat melawan Turki. Kesempatan itu menjadi awal kebangkitan pemain berusia 23 tahun tersebut.

Camavinga akhirnya menjadi starter saat Prancis menghadapi Belgia. Ia bermain di lini tengah kiri dalam formasi 4-3-3. Prancis menang 1-0 lewat penampilan solid seluruh pemain.

Penampilan Bersih Lawan Belgia

Eduardo Camavinga menggiring bola saat membela timnas Prancis melawan Belgia

Camavinga mencatat 95 persen umpan sukses melawan Belgia. Ia merebut lima bola dan menerima tiga pelanggaran. Statistik ini menunjukkan kontribusi besar di lini tengah Prancis.

Zinedine Zidane disebut merasa yakin dengan Camavinga setelah laga tersebut. Laporan L'Equipe menyebut Zidane terkesan pada performanya. Zidane juga puas dengan Lucas Da Cunha dan Jérémy Jacquet.

Andrés Onrubia dari AS menilai masalah Camavinga bukan pada talenta. Menurutnya, persoalan utama terletak pada sikap dan konsentrasi. Kesalahan Camavinga sering terlihat jelas di lapangan.

Onrubia menyebut Zidane memberi Camavinga kebebasan besar melawan Belgia. Pemain itu berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan penyerang. Ia tampil sebagai connector di antara kedua lini tersebut.

Peluang dan Tantangan Camavinga

Camavinga mengakui konsistensi menjadi kelemahannya musim lalu. Ia bertekad tampil lebih stabil dan fokus di lapangan. Menurutnya, konsistensi akan membuka lebih banyak menit bermain.

"Kegagalan tampil di Piala Dunia tentu menyentuh saya. Setiap pesepak bola ingin bermain di kompetisi seperti itu," ujar Camavinga. Ia menyebut kekecewaan itu sebagai hal baru dalam kariernya.

Onrubia membandingkan Camavinga dengan Ousmane Dembele sebelum bersinar di PSG. Menurutnya, Dembele juga butuh perbaikan sikap dan konsentrasi. Pelatih seperti Zidane bisa memainkan peran penting dalam perubahan itu.

Adrien Rabiot dan Manu Kone masih berada di depan Camavinga dalam hierarki lini tengah. Prancis akan menghadapi Italia pada Jumat dan Belgia lagi pada Senin. Camavinga harus memanfaatkan setiap menit untuk membuktikan kualitasnya.

Submit Comment