Matvey Safonov menjalani musim ketiga bersama PSG dengan status baru sebagai kiper utama. Ia mengambil alih posisi setelah Lucas Chevalier gagal memenuhi ekspektasi. Safonov menjadi pahlawan kemenangan PSG di Liga Champions musim lalu.
Kiper Rusia itu memulai perjuangan berat sejak tiba di Paris pada 2024. Saat itu Gianluigi Donnarumma masih menjadi pilihan utama pelatih. Safonov hanya mendapat kesempatan tampil dalam 17 pertandingan pada musim perdananya.
France Football mengumumkan daftar 30 nomine Ballon d'Or 2026. PSG mendominasi dengan 10 pemain. Cristiano Ronaldo tidak masuk nominasi.
Read MoreBallon d'Or 2026 menghadirkan 12 kategori penghargaan selain trofi utama. Mulai dari Kopa Trophy, Yashin Trophy, hingga Gerd Muller Trophy untuk pria dan wanita.
Read MoreMusim kedua Safonov diwarnai kedatangan Lucas Chevalier pada musim panas 2025. Kiper Prancis itu langsung dipercaya sebagai starter awal musim. Safonov harus menunggu tiga hingga empat bulan untuk mendapat kesempatan lagi.
Safonov mengakui proses adaptasi di PSG berlangsung sulit namun ia tetap percaya diri. Ia menyadari level persaingan di klub sekelas PSG sangat tinggi. Safonov akhirnya mampu membalikkan situasi dan mengamankan posisi inti.
Safonov Bicara Persaingan Sengit
"Saya bekerja sangat keras secara psikologis dan fisik untuk mencapai level ini," ujar Matvey Safonov kepada Le Parisien. Ia mengakui situasi sulit saat Chevalier menjadi starter di awal musim. Safonov duduk di bangku cadangan selama 20 pertandingan.
"Saya adalah orang yang realistis. Saya tahu tidak akan langsung menjadi starter," ungkap Safonov tentang awal kariernya di PSG. Ia memuji Donnarumma sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dilihatnya. Safonov mengakui penampilan Donnarumma di Liga Champions sangat menentukan.
Safonov mengaku tetap tenang meski persaingan di pos kiper semakin ketat. Ia sadar membutuhkan waktu untuk memahami taktik tim. Safonov merasa siap untuk menantang hierarki pada musim keduanya.
Kiper berusia 27 tahun itu mengubah pendekatan mental dan taktiknya. Ia mengaku banyak berubah selama dua tahun terakhir. Safonov kini lebih percaya diri dan siap membuktikan kemampuannya.
Peran Luis Enrique Kunci
Luis Enrique memainkan peran penting dalam kesuksesan Safonov di PSG. Pelatih asal Spanyol itu memberikan kepercayaan kepada kiper Rusia tersebut. Safonov mampu membayar kepercayaan itu dengan penampilan solid.
Safonov mengaku tidak peduli siapa pesaingnya di pos kiper. Ia hanya fokus bekerja keras setiap hari. Safonov ingin membuktikan layak menjadi nomor satu sejak awal latihan.
Performa Safonov pada awal musim ini akan terus dipantau pelatih. Ia bertekad mempertahankan kepercayaan yang diberikan Luis Enrique. Safonov ingin menghindari keraguan dari pelatih seperti yang terjadi sebelumnya.
PSG kini memiliki kiper tangguh di bawah mistar gawang. Safonov menjadi andalan setelah perjuangan panjang. Ia siap membawa PSG meraih prestasi lebih tinggi musim ini.
Allez Paris
Submit Comment