|

Arthur Vermeeren Buka Suara soal Pengalaman Singkat di Marseille

Arthur Vermeeren gelandang Belgia mantan pemain Marseille kini kembali memperkuat Royal Antwerp

Arthur Vermeeren gelandang Belgia mantan pemain Marseille kini kembali memperkuat Royal Antwerp

Arthur Vermeeren membuka suara soal pengalaman singkatnya bersama Olympique de Marseille. Gelandang Belgia berusia 21 tahun itu bergabung dengan Marseille pada musim panas 2025. Ia datang sebagai pemain pinjaman dari RB Leipzig.

Sebelum ke Marseille, Vermeeren dijual Atletico Madrid ke Royal Antwerp pada Januari 2024 senilai 20 juta euro. Ia gagal menembus tim utama Atletico dan dipinjamkan ke RB Leipzig. Leipzig kemudian merekrutnya secara permanen sebelum meminjamkannya ke Marseille.

ALSO READ

PSG merekrut Mika Godts dari Ajax dengan biaya 45 juta euro plus bonus 10 juta euro. Pemain 21 tahun itu hanya ingin bergabung dengan PSG meski Bayern Munich berminat.

Read More

Luis Enrique memastikan Ousmane Dembele dalam kondisi baik. Pelatih PSG mulai meningkatkan menit bermain sang pemain secara bertahap.

Read More

Bersama Marseille, Vermeeren tampil dalam 26 pertandingan di semua kompetisi. Ia mencatat 1.211 menit bermain atau sekitar 46,5 menit per laga. Ia mencatat enam kali menjadi starter dalam 14 pertandingan pertamanya.

Awal kariernya di Marseille berjalan cukup baik sebelum berubah total. Momen itu terjadi pada 4 Januari 2026 saat Marseille kalah 0-2 dari FC Nantes. Ia menyebut kartu merah bodoh menjadi titik balik pengalaman buruknya.

Tanggapan soal Kritik De Zerbi

Arthur Vermeeren gelandang Belgia mantan pemain Marseille kini kembali memperkuat Royal Antwerp

"Saya sebenarnya memulai dengan baik di sana. Sampai kartu merah bodoh itu. Itu mengubah segalanya bagi saya," ujar Arthur Vermeeren kepada Het Laatste Nieuws.

Vermeeren juga menanggapi kritik terbuka pelatihnya saat itu, Roberto De Zerbi, usai ditarik keluar di babak pertama melawan Angers pada 22 Oktober 2025. De Zerbi menilai Vermeeren belum cukup memberikan kontribusi di lapangan. Ia menyebut pemain Belgia itu perlu lebih kuat dalam duel.

Vermeeren mengaku tidak membenci De Zerbi atas pernyataan tersebut. Menurutnya, pelatih asal Italia itu tidak bermaksud buruk. Ia menilai De Zerbi justru memberinya banyak kepercayaan.

Ia mengakui kesulitan bermain minim setelah insiden itu. Beberapa rekan setim disebut menilai situasi tersebut tidak adil. Namun, Vermeeren menerima hal itu sebagai bagian dari sepak bola profesional.

Bantah Isu Perselisihan dengan Kondogbia

Vermeeren juga membantah kabar perselisihan dengan Geoffrey Kondogbia pada awal 2026. Isu itu muncul setelah kekalahan 0-3 Marseille dari Club Brugge di Liga Champions. Kabar tersebut menyebut keduanya terlibat adu mulut keras dalam sesi latihan.

"Itu sama sekali tidak benar. Media membuatnya seperti lelucon. Itu hanya sesi latihan sehari setelah kekalahan, dengan semua pemain cadangan. Latihan seperti itu memang paling berat secara mental. Dan ya, itu berat. Ada tekel keras dan frustrasi. Tapi pertengkaran? Sama sekali tidak," jelas Vermeeren.

Saat ini Vermeeren memilih kembali ke Royal Antwerp untuk membangkitkan kariernya. Keputusan itu berjalan baik dengan tiga kali menjadi starter dalam tiga pertandingan sebelum jeda internasional. Ia menegaskan kariernya baru saja dimulai meski banyak orang menilainya sudah selesai.

Vermeeren menyebut masa sulit di Marseille membuatnya lebih matang secara mental dibanding rekan-rekannya. Ia ingin kembali ke level teratas dengan cepat dan cara tepat. Kini ia berharap kebangkitan kariernya bersama Antwerp berjalan sesuai rencana.

Submit Comment