Kiper PSG Matvey Safonov memuji peran besar Luis Enrique dalam kariernya. Ia mengaku sangat beruntung bisa bekerja dengan pelatih asal Spanyol itu. Safonov menilai Enrique membawa perubahan signifikan pada dirinya.
Safonov mengungkapkan hal ini dalam wawancara dengan Le Parisien. Ia mengatakan bertemu Enrique adalah momen tepat dalam kariernya. "Saya sangat beruntung bertemu dengannya pada saat yang tepat dalam karier saya. Saya sangat membutuhkannya," ujar kiper asal Rusia itu.
PSG memburu gelar Liga Champions ketiga berturut-turut. Luis Enrique pertahankan skuad inti untuk cetak sejarah seperti Real Madrid, Ajax, dan Bayern.
Read MoreLuis Enrique dapat kontrak baru di PSG hingga 2030. Gajinya naik dari 12 juta menjadi 20 juta euro per musim dan menuai pujian dari media Spanyol.
Read MoreSebelum bergabung PSG, Safonov merasakan kebuntuan dalam perkembangannya. Ia mengakui mulai merasakan stagnasi di level sebelumnya. "Saya mulai merasakan stagnasi dalam perkembangan saya," ungkap Safonov.
PSG kemudian datang menawarkan energi baru dan prospek evolusi fantastis. Safonov pun langsung menerima tawaran raksasa Ligue 1 tersebut. Ia melihat ini sebagai kesempatan emas untuk bangkit kembali.
Musim Perdana yang Kaya Pengalaman
Safonov mengaku Luis Enrique sangat membantunya di musim pertama. Ia menyebut pengalaman pertamanya di PSG sangat kaya. "Luis Enrique memberi saya banyak pelajaran. Musim pertama saya sangat kaya," tuturnya.
Meski berstatus kiper cadangan, Safonov tetap mendapat menit bermain. Ia mencatatkan 17 pertandingan resmi di semua kompetisi. "Ini langka bagi seorang kiper cadangan untuk bermain 17 pertandingan resmi. Itu pengalaman yang sangat baik," jelasnya.
Menit bermain itu membantunya beradaptasi dengan gaya permainan PSG. Safonov mulai memahami taktik yang diinginkan Luis Enrique. Ia pun perlahan menunjukkan peningkatan performa.
Musim pertama menjadi fondasi penting bagi Safonov. Ia belajar banyak tentang budaya klub dan persaingan di posisi kiper. Pengalaman ini membuatnya lebih percaya diri menghadapi tantangan berikutnya.
Perjuangan di Musim Kedua
Musim kedua membawa tantangan berbeda bagi Safonov. PSG mendatangkan kiper baru Lucas Chevalier yang langsung menjadi starter. Safonov pun harus rela duduk di bangku cadangan selama tiga hingga empat bulan.
Ia mengakui situasi itu sangat berat secara psikologis. Safonov harus tetap bekerja keras meski jarang bermain. "Saya melakukan pekerjaan yang sangat besar. Secara psikologis, itu sulit karena klub merekrut kiper baru," ungkapnya.
Safonov mencatatkan sekitar 20 pertandingan tanpa bermain. Ia tetap berlatih dengan disiplin dan menunggu kesempatan. Ketekunannya akhirnya membuahkan hasil ketika situasi berubah.
"Kemudian, situasi berbalik," ujar Safonov tentang perjuangannya. Dua tahun terakhir menjadi momen krusial bagi perkembangannya. Ia mengaku telah berubah secara mendalam di semua aspek.
Safonov kini merasa lebih kuat secara psikologis, fisik, dan taktikal. Ia menyebut Luis Enrique sebagai sosok di balik transformasinya. "Tanpa Luis Enrique, Anda tidak akan melihat kiper yang sama di hadapan Anda hari ini," tegasnya.
Allez Paris
Submit Comment