|

PSG Didenda 2,7 Juta Euro Kasus Kesetaraan Gender

Logo PSG dengan latar belakang tribun stadion Parc des Princes

Logo PSG dengan latar belakang tribun stadion Parc des Princes

Paris Saint-Germain harus membayar denda besar terkait indeks kesetaraan profesional. Pengadilan Tata Usaha Paris memvonis PSG membayar 2,7 juta euro atas kasus ini. Jumlah persisnya mencapai 2.728.468 euro dari sanksi ketenagakerjaan.

Putusan ini menolak seluruh gugatan PSG terhadap sanksi dari Inspeksi Ketenagakerjaan Ile-de-France. Vonis dibacakan pada 25 Juni 2026 di pengadilan tata usaha. Sanksi awal dikeluarkan pada Maret 2024 lalu.

ALSO READ

Lille kehilangan enam pemain saat menjamu PSG di Ligue 1. Davide Ancelotti hanya membawa skuad terbatas untuk laga besar ini.

Read More

PSG alami start buruk di Ligue 1 2026 dengan dua poin dari tiga pertandingan. Kekalahan kandang dari Monaco memicu sorotan, namun pelatih dan pemain tetap optimis.

Read More

Inspeksi Ketenagakerjaan menemukan kinerja buruk PSG selama tiga tahun berturut-turut. Denda dihitung dari 0,5 persen pendapatan klub tahun 2022. Indeks ini mengukur kesetaraan antara karyawan pria dan wanita.

Masalah utama terletak pada indikator representasi perempuan di gaji tertinggi. PSG memiliki situasi unik karena gaji terbesar milik pemain sepak bola pria. Kondisi ini menjadi dasar utama klub mengajukan banding.

Argumen Khusus Sepak Bola Ditolak

Logo PSG dengan latar belakang tribun stadion Parc des Princes

PSG mencoba menggunakan kekhususan sepak bola profesional sebagai pembelaan. Klub menilai indikator ini tidak cocok untuk struktur gaji klub sepak bola. Pengadilan menolak argumen tersebut secara tegas.

Hakim berpendapat bahwa menerima argumen khusus akan mengosongkan tujuan indeks. Mengabaikan indikator hanya karena struktur unik berarti menghilangkan fungsi pengukuran. Putusan menegaskan semua perusahaan wajib mematuhi aturan yang sama.

PSG menjelaskan posisinya kepada AFP terkait situasi ini. "Gaji pemain secara otomatis menempati posisi teratas di klub. Ini sangat membatasi ruang gerak klub pada indikator tersebut," ujar perwakilan PSG. Klub mengaku sulit mengubah struktur gaji pemain pria.

Meski kalah, PSG mengklaim sudah memperbaiki kinerja sejak 2023. Klub menyatakan telah menerima putusan pengadilan dengan sikap bertanggung jawab. Mereka berkomitmen melanjutkan program penguatan kesetaraan profesional.

Indeks 2026 Masih Bermasalah

Indeks kesetaraan PSG tahun 2026 masih menunjukkan masalah serius. Klub meraih nilai 0 dari 10 pada indikator sepuluh gaji tertinggi. Namun PSG mendapat nilai sempurna untuk tiga indikator lainnya.

PSG menilai indikator ini secara struktural tidak cocok untuk sepak bola pria. Klub menganggap aturan ini tidak mempertimbangkan realitas industri olahraga profesional. Mereka berharap ada penyesuaian kebijakan di masa depan.

Denda 2,7 juta euro menjadi salah satu sanksi terbesar untuk klub Prancis. Kasus ini menyoroti tantangan kesetaraan di industri olahraga pria. PSG tetap berkewajiban membayar denda sesuai putusan pengadilan.

Klub akan terus bekerja pada program kesetaraan profesional internal. Mereka menekankan komitmen terhadap kebijakan sumber daya manusia yang adil. Kasus ini menjadi pelajaran bagi klub sepak bola lainnya di Eropa.

Submit Comment