Yann-Benjamin Kugel menjadi sosok kunci di balik performa FC Barcelona musim ini. Pelatih fisik asal Jerman itu direkrut Hansi Flick pada awal musim panas. Ia bertanggung jawab atas kondisi fisik para pemain Blaugrana.
FC Barcelona memenangkan delapan pertandingan awal musim ini. Rata-rata gol tim mencapai 4,5 per pertandingan. Catatan itu menunjukkan performa ofensif dan fisik skuad berjalan seimbang.
Arsenal menang 2-1 atas Chelsea di Premier League. Di Spanyol, Anthony Gordon catat 5 assist dari 4 laga, samai rekor Lionel Messi.
Read MoreRaphinha tampil tajam di posisi penyerang tengah. Lamine Yamal, Pedri, dan Fermin Lopez juga menunjukkan level permainan tinggi. Pemain baru seperti Anthony Gordon dan Karim Adeyemi cepat beradaptasi.
Kugel sebelumnya bekerja di federasi sepak bola Jerman selama sekitar sepuluh tahun. Ia menjadi bagian staf tim juara dunia 2014. Pria berusia 46 tahun itu juga berpengalaman di sejumlah klub Bundesliga dan tim eSport.
Metode Latihan Kugel di Barcelona
Kugel mengubah metode latihan kekuatan di Barcelona. Latihan dengan karet elastis diganti latihan beban berat. Tujuannya bukan membentuk tubuh binaragawan, melainkan meningkatkan ledakan dan kecepatan pemain.
Fokus latihan diarahkan pada akselerasi dan kecepatan mengubah arah. Hansi Flick menginginkan tim bermain cepat dengan dan tanpa bola. Program ini disesuaikan dengan gaya permainan Barcelona.
Kugel dikenal aktif mengikuti sesi latihan bersama pemain. Ia sering mempraktikkan sendiri gerakan yang ia berikan. Kondisi fisiknya disebut tidak jauh berbeda dari para pemain Barcelona.
Setiap pemain mendapat program berbeda sesuai kebutuhan. Kugel menyusun rencana khusus untuk Pedri agar kembali ke level terbaik. Gelandang Spanyol itu sering terganggu cedera ringan pada musim sebelumnya.
Fokus Utama Kurangi Cedera Otot
Tujuan utama Kugel adalah menekan risiko cedera otot di skuad. Flick mencatat terlalu banyak masalah otot dan cedera berulang dua musim terakhir. Pendekatan baru ini berusaha mengatasinya.
Kugel tidak membatasi menit bermain pemain untuk mencegah cedera. Ia justru memperkuat tubuh pemain lewat beban latihan lebih tinggi. Filosofinya adalah melawan cedera dengan tambahan kekuatan, bukan pengurangan beban.
Kugel tidak terlalu terpaku pada data statistik dan GPS. Ia tetap memakai data, tetapi lebih mengandalkan sensasi pemain. Pengamatan visual menjadi dasar utama pengambilan keputusan.
Program latihan fisik musim ini lebih berat dibanding musim sebelumnya. Hasilnya terlihat pada performa tim di lapangan. Target berikutnya adalah menjaga kebugaran pemain hingga fase krusial Maret dan April.
Allez Paris
Submit Comment