Argentina akan menghadapi Benin dalam laga kontroversial pada Selasa 6 Oktober di Monumental, Buenos Aires. Pertandingan ini menjadi penampilan terakhir Lionel Messi bersama Albiceleste. Laga berlangsung setelah kemenangan 7-0 Argentina atas Burkina Faso dalam situasi tidak biasa.
Burkina Faso mengirim tim U23 karena masalah perjalanan. Mereka memakai penerbangan murah dan tidak menerima bonus ekonomi. Para pemain tiba di Argentina hanya tiga jam sebelum kick-off tanpa istirahat.
Joao Neves menjadi gelandang paling efektif dalam duel udara di lima liga top Eropa. Gelandang PSG ini unggul meski bertinggi 1,74 meter.
Read MoreFederasi Sepak Bola Swiss tarik dukungan untuk Gianni Infantino di pemilihan presiden FIFA. Keputusan ini memperkuat posisi UEFA cari kandidat alternatif.
Read MoreKondisi itu membuat selisih gol jauh lebih besar dari seharusnya. Media Argentina mengkritik situasi tersebut. Kemenangan 7-0 dianggap tidak mencerminkan kualitas sebenarnya kedua tim.
Masalah serupa juga dialami Benin jelang pertandingan melawan Argentina. Menurut laporan Mégasport, kondisi akomodasi Benin tidak optimal. Para pemain tidak mendapat air panas di hotel dan sauna tidak berfungsi.
Benin Hadapi Kendala Jelang Laga
Fasilitas latihan Benin juga jauh dari standar profesional. Lapangan sintetis dan ruang kebugaran tidak sesuai harapan tim. Selain itu, Benin memakai penerbangan ekonomi pukul 23.00.
Analis video Benin, Jonas Bidé, sempat kehilangan kesadaran. Beberapa pemain juga absen, yaitu Junior Olaitan, Charlemagne Azongnitodé, dan Sahid Ngobi. Situasi ini menambah rumit persiapan Benin.
Meski demikian, kondisi Benin perlahan membaik. Semua masalah mulai teratasi menjelang pertandingan. Namun, situasi ini tetap mencoreng reputasi Argentina sebagai tuan rumah.
Pertandingan melawan Benin akan menjadi momen emosional bagi Messi dan penggemar Argentina. Laga ini menutup perjalanan Messi di timnas setelah bertahun-tahun. Publik berharap pertandingan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Allez Paris
Submit Comment